H A N A
HANA by. Lindsay Lov’ Bukan hanya aku, semua orang di desaku, bahkan mungkin semua orang di dunia terkejut dengan musibah yang menimpa negaraku. Tsunami yang begitu mendadak datangnya, begitu besar dan mengerikan telah memporak-porandakan semuanya. Rumah-rumah, gedung-gedung, jalan raya, dan yang terparah adalah meledaknya power plant - pembangkit listrik tenaga nukir – yang sesungguhnya berjarak jauh dari desa tempat tinggalku. Tak bisa kubayangkan, betapa banyak jerit tangis pilu di saat bayangan kematian datang dan menyapu bersih beberapa desa bagaikan air bah yang mengamuk marah. Tak bisa kubayangkan, ribuan mayat bergelimpangan diseluruh penjuru, yang kondisinya sudah tak terbentuk, bahkan terpisah dan hilang entah kemana. Tak juga bisa kubayangkan betapa dua tahun ini adalah masa-masa penuh kesedihan, penuh kenangan pahit, dan penuh air mata untuk bangkit dari situasi yang begitu berat, begitu sedih. Ya Tuhan, kenapa? Kenapa cobaan yang kau berikan ke...